Jumat, 04 Oktober 2019

Laporan Akhir Praktikum Kimia Organik II "Perc. 4 Pembuatan ASPIRIN"


VII.     Data Pengamatan
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Labu dasar bulat yang berisi campuran asam salisilat 28 gr, methanol 81ml, dan asam sulfat pekat 8 ml, dikocok.
Larutan berwarna bening
Selanjutnya, refluks selama 1,5 jam biarkan campuran menjadi dingin kemudian destilasi dengan penangas air. Setelah destilasi dinginkan larutan dan tuang kedalam corong pisah + 250ml air kocok kuat-kuat
Terbentuknya 2 lapisan zat cair
Tambahkan lauran NaHCO3 dan magnesium sulfat
Mengeringkan ester salisilat
Saring dan filtratnya langsung ditampung dalam labu destilasi, kemudian destilasi diatas penangas
Terbentuk bau khas seperti balsam
Di dinginkan
Larutan bening dan bau balsam

VIII.    Pembahasan
Asam salisilat merupakan salah satu bahan kimia yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan intermediat dari pembuatan obat-obatan seperti antiseptik dan analgesik Pada percobaan ini kita akan melakukan sintesis metil salisilat dengan reaksi esterifikasi dengen menggunakan metode refluks. Prinsip dari reaksi ini adalah esterifikasi yaitu mereaksikan asam salisilat dengan methanol dengan katalis asam sulfat pekat. Dan literature yang diperoleh pada buku Fessenden bahwa reaksi esterifikasi adalah reaksi reversible. Digunakan metode ini karena perangkatnya lebih sederhana, lebih mudah dalam mengerjakannya dan menjaga jumlah metanol yang akan direaksikan dengan asam salisilat bereaksi dengan sempurna (terkondensasi dengan baik) sehingga diperoleh hasil yang juga sempurna.
Pertama-tama masukkan asam salisilat ke dalam labu alas bulat lalu ditambahkan metanol sedikit demi sedikit untuk mencegah reaksi berjalan cepat sehingga panas yang mengakibatkan methanol menguap. keduanya akan bereaksi dan menghasilkan metil salisilat.  Dalam reaksi ini memerlukan katalis,karena itu dalam percobaan ini digunakan H2SO4 sebagai katalisator yang berguna untuk mempercepat reaksi pembentukan metil salisilat. Pelarut terlebih dahulu diuapkan sebelum kontak dengan sampel hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil ekstraksi yang pekat. Pada praktikum kali ini proses refluks dilakukan selama 4,5 jam. Selama proses refluks,dalam labu bundar diberi batu didih. Tujuan dari batu didih tersebut adalah untuk mencegah terjadinya letupan atau bumping yang disebabkan oleh perbedaan dari titik didih dari kedua bahan awal tersebut.
Selanjutnya hasil refluks tadi dipartisi dalam corong pemisah. Digunakan corong pemisah karena pemisahannya berdasarkan kepolaran dan berat jenis. Prinsipnyayaitu memisahkan dua komponen yang tidak dapat bercampur yaitu metil salisilat yang merupakan fase minyak (non polar) dan air yang bersifat polar. Fase minyak yang memiliki berat jenis lebih besar akan berada dibawah daripada air yang memiliki berat jenis lebih kecil. Pemisahan menggunakan corong pisah akan lebih memudahkan dalam proses pemisahannya sealin itu jga hasil yang didapat tidak akan berkurang. Dibanding menggunakan kertas saring yang akan mempengaruhi jumlah produk yang didapat.
Kemudian ditambahkan aquades dan Na bikarbonat. Fungsi penambahan aquades dan Na bikarbonat adalah untuk menghilangkan H+ yang berperan sebagai katalis. Tujuan dari menghilangkan H+ karena katalis tidak boleh bereaksi dengan bahan awalnya untuk mempercepat reaksi,namun setelah reaksi selesai katalis harus melepaskan reaksinya dengan bahan awal tersebut rendemennya.
Selanjutnya penambahan MgS04, ditambahkan yang bertujuan untuk mengikat air yang ada dalam metil salisilat. Setelah terbentuk dua fasa,fasa bawah (minyak) diambil dari corong pemisah dan kemudian didestilasi lagi pada suhu 222 C. Digunakan pada suhu ini karena titik didih dari metil salisilat adalah 222 C.  Metil salisilat yang diambil kemudian dicari indeks biasnya. Indeks bias dicari untuk mengetahui bahwa destilatnya benar-benar adalah metil salisilat.


IX.       Permasalahan:
1.      Bagaimana pengaruh destilasi terhadap percobaan praktikum ini?
2.      Mengapa kita perlu melakukan secara kuat-kuat saat akan melakukan pemisahan?
3.      Mengapa kita perlu melakukan penambahan NaHCO3 pada percobaan ini?

X.        Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini ialah:
1.      Metil Salisat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan methanol dengan bantuan H2SO4 pekat berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi
2.      Reaksi ini bersifat reversible,maka untuk mendapatkan hasil yang banyak dapat dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi
3.      Reaksi esterifikasi adalah reaksi yang mereaksikan sebuah derivat asam karboksilat(asam salisilat) dan alkohol primer (metanol) pada suasana asam dengan katalis H2SO4 dengan suhu yang tinggi untuk menghasilkan senyawa utama berupa ester dan produk samping berupa air.
4.      Reaksi esterifikasi ini bersifat reversible dan sangat lambat dan merupakan reaksiendoterm.
5.      Fungsi penambahan Na bikarbonat adalah untuk menghilangkan H+  yang berperansebagai katalis, karena katalis boleh bereaksi dengan bahan awalnya untuk mempercepatreaksi, namun tidak boleh mempengaruhi hasil reaksi

XI.        Daftar Pustaka
Apryanti, Fini., 2016, Sintesis Metil Saisilat., Malang: Universitas Brawijaya.
(Bachtiar, 2014).
Irwandi, Dedi., 2014, Experient’s of Organic Chemical., Jakarta: UIN Press..
(Supardani, 2006).
Tim Kimia Organik., 2019, Penuntun Praktikum Kimia Organik II., Jambi: UNJA
Irwandi, Dedi., 2014, Experient’s of Organic Chemical., Jakarta: UIN Press..


3 komentar:

  1. 1. untuk memisahkan lapisan atas dan bawah larutan

    BalasHapus
  2. 2 sebelum melakukan pemisahan, maka seluruh komponen di dalam campuran harus dalam kondisi tidak ada yang saling mengadsorpsi ataupun mengabsorbsi baik secara kimia maupun fisika, perlakuan berupa pengocokan adalah langkah yang tepat untuk memberikan interaksi pendistraksian dari campuran tersebut

    BalasHapus
  3. 3. fungsi dari penambahan NaHCO3 yaitu untuk mengeringkan ester salisilat yang telah didapatkan

    BalasHapus

Penerapan Teori dalam Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

Sumber : http://3.bp.blogspot.com Latar Belakang Permasalahan Mata pelajaran kimia adalah salah satu mata pelajaran yang akan diajarkan di...