JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
“PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT”
DISUSUN OLEH:
MURNI MARIA SIMANJUNTAK
(RSA1C117009)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSYURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
I. Judul : Percobaan 4 “Pembuatan Senyawa Organik Ester Metil Salisilat (Minyak Gandapura)”II. Hari, Tanggal : Rabu, 03 Oktober 2019
III. Tujuan :
Adapun tujuan dari praktikum ini ialah:
- Dapat memahami cara pembuatan minyak gandapura secara sintesis dari asam salisilat dan metanol
- Dapat mengetahui minyak gandapura merupakan ester karboksilat
- Dapat menentukan sifat fisik dan kimia dari minyak gandapura
- Dapat mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura
IV. Landasan Teori
Senyawa organk yang akan kami buat dalam praktikum ini kali ialah minyak gandapura. Minyak ini sangat sering digunakan masyarakat sebagai obat gosok, karena minyak ini memiliki keunggulan dalam menghilangkan rasa sakit local (local anastetic) dan geri efektif. Hebatnya lagi minya ini sama sekali tidak meiliki efek samping yang fatal jika di olesi pada bagian kulit kita. Sehingga dapat dikatakan sangat aman. Sama seperti bagian tujuan dari praktikum ini ialah bahwa pembuatan minyak gandapuraitu sendiri dilakukan dengan mereaksikan asam salisilat dengan metanol (alkohol). Metilsalisilat ini merupakan bagian ester yang di peroleh dari asam karboksilat. Proses sintesis saat mereaksikan asam salisilat dengan alkhol di reaksikan sampai semua reaksi memperlihatkan keadaan setimbangnya. Ada beberapa hal yang mampu mempercepat reaksi campuran senyawa ini, seperti kita dapat menambahkan asam sulfat pekat. Penggunaan asam sulfat ini ilah sebagai zat yang mampu mempercepat reaksi (katalisator) dan untuk reaksi makin cepat berlangsung maka sambil dilakukan prose pemanasan (Tim kimia organik, 2015).
Ciri-ciri dari metil salisilat ini ternyata senyawa aromatic dengan warna cairan nya itu tampak berwarna kuning dan sedikit terang. Ternyata proses perolehan metilsalisilat ini yaitu dengan proses destilasi ranting birchmanis, tanaman gandapura dikenal dengan sebagai tanaman pelindung untuk mendapatkan minyak. Namun, untuk mendapatkan metil salisilat untuk sekarang ini sangat mudah, karena dapat disintesis dari proses esterifikasi asam salisilat dengan metanol. Metanol bagian dari metil salisilat dan gugus hidriksil dari metil salisilat ini bereaksi dengan asam asetat yang kita kenal dengan aspirin. Nama aspirin ini sendiri sudah tak asing lagi bagi kita sebab di percobaan sebelumnya kita sudah menggunakan aspirin ini (Irwandi, 2014).
Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok pada minyak angin. Metil salisilat terkandung dalam minyak gandapura yang merupakan tanaman minyak atsiri yang cukup potensial dan terkandung pada minyak aromatik dari bunga, daun dan kulit batang tumbuhan lainnya. Metil salisilat di hidrolisis menjadi asam salisilat yang mempunyai efek serupa dengan aspirin. Metil salisilat ini tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat sering digunakan sebagai bahan farmasi, penyedap rasa pada makanan, minuman, gula-gulaan, passta gigi, anti septik dan kosmetik dan parfum (Bachtiar, 2014).
Proses esterifikasi merupakan sebuah prinsip reaksi untuk pembuatan metil salisilat. Reaksi esterifikasi terdiri dari tiga tahap yaituprotonasi gugus karboksil, adisi alkohol, dan transfer proton ke gugus karboksil, serta depprotonasi dan eliminasi air. Reaksi esterifikasi adalah reaksi pembuatan ester dari suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol menggunakan reaksi dapat balik (reversibel) dimana laju esterifikasi dari suatu asam karboksilat bergantung pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya (Apryanti, 2016).
Asam salisilat adalah salah satu bahan kimia yang cukup penting dan biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi karena dapa digunkan sebagai bahan intermediet dai obat-obatan seperti antiseptik. Turunan dari asam salisilat adalah metil salisilat (Supardani, 2006).
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
- Labu dasar bulat 500ml
- Termometer
- Labu Destilasi
- Pendingin (liebig)
- Corong Pisah
- Pipa bengkok
- Erlenmeyer 200ml
5.2 Bahan
- 28gr asam salisilat
- Natrium bikarbonat
- 81ml methanol
- Magnesium Sulfat anhidrat
- 8ml asam sulfat
VI. PROSEDUR KERJA
- Dimasukkan ke dalam labu dasar bulat 500ml 28gr asam salisilat, 81ml metanol, 8ml asam sulfat dan dikocok
- Direfluks selama 8 jam dan dibiarkan menjadi dingin
- Dirubah posisi tegak menjadi dingin untuk mendestilasi sisa metanol dengan memanaskan dengan penangas air setelah metanol habis didestilasi, lalu dibiarkan dingin
- Diisi labu dan dituangkan kedalam corong pisah
- Dicampur dengan 250ml air dan dikocok kuat sampai terbentuk 2 lapisan
- Dialirkan lapisan ester (lapisan bawah) kedalam erlenmeyer samapai bebas asam dan ditambahkan larutan jenuh NaHCO3 sampai bebas asam
- Ditambahkan anhidrida magnesium sulfat untuk mengeringkan ester salisilat selama 30menit
- Disaring filtratnya dan ditampung didalam labu destilasi kemudian didestilasi ditampung
- Bila ternyata temperatur masih jauh dibawah dibawah titik didih metil salisilat 1150c, murnikan kembali metil salisilat yang ditampung dengan mendestilainya lagi.
- Diperiksa indeks bilas metil salisilat murni
Link Vidio:
Permasalahan :
- Mengapa pada percobaan ini Katalisator yang digunakan adalah asam sulfat?
- Dalam vidio tampak terlihat saat menambahkan asam sulfat dilakukan secara perlahan. Kenapa penambahan itu dilakukan secara perlahan?
- Mengapa yang ditambahkan alkohol? Kenapa tidak air?
1. Karena asam sulfat adalah salah satu asam kuat yang sangat cocok sebagai katalisator dimana pada praktikum kali ini kita perlu menambahkan katalisator asam kuat agar kesetimbangan lebih mudah dicapai dan juga dapat mempercepat reaksi.
BalasHapus3. Karena metil salisilat tidak larut dalam air tetapi larut dalam eter dan alkohol, dimana pada pembuatan metil salisilat ini reaksi yang digunakan yaitu reaksi esterifikasi maka reaksi pembuatan ester dari suatu asam karboksilat dengan suatu alkohol menggunakan reaksi dapat balik (reversibel) dimana laju esterifikasi dari suatu asam karboksilat bergantung pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya , makanya di gunakan alkohol dan bukannya air.
BalasHapus