JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN
OLEH:
MURNI MARIA SIMANJUNTAK
(RSA1C117009)
DOSEN
PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN DAN MATEMATIKA
DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNUVERSITAS JAMBI
2019
PERCOBAAN 8
I.
Judul :
Isolasi
Senyawa p-Metoksi Sinamat dari Kencur (Kaemferiam galnga L)
II.
Hari/Tanggal : Rabu, 17 Oktober 2019
III.
Tujuan : Adapun tujuan
praktikum sebagai berikut
1.
Dapat menguasai teknik-teknik isolasi bahan alam
khususnya senyawa fenilpropanoid
2.
Dapat mengenal sifat-sifat kimia fenil
propanol melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik
IV.
Landasan
Teori
Kencur
adalah tanaman tropis yang banyak tumbuh dikebun, pekarangan rumah dan
digunakan untuk bumbu dapur dan termasuk salah satu tanaman obat tradisional
Indonesia. Senyawa kimia terkandung didalamnya adalah : etil p-metoksi
sinamat,etil sinamat komponen yang utama, p-metoksistiren dll. Kadar etil
p-metoksinamat dalam kencur cukup tinggi bisa mencapai 10% karena itu dengan
mudah bisa di isolasi dari umbinya menggunakan pelarut petroleum atau etanol
(Tim Kimia Organik II, 2015).
Etil
p-metoksisinamat merupakan senyawa hasil isolasi kencur yang senyawa dasr dari
tabir surya yaitu pelindung kulit dari sengatan sinar matahari. Etil
p-metoksisinamat merupakan senyawa ester yang mengandung cincin benzene dan
gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan juga gugus karbonil yang mengikat etil
yang bersifat sedikit polar sehingga dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut-pelarut
yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, methanol, air dan
heksana (Nurlita,2004).
Kelarutan pada zat padat dan cair dengan suatu pelarut akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu bila proses pelarutannya adalah endoterm , sedangkan pelarutnya bersifat eksoterm pemanasan justru akan menurunkan harga kelarutan zat. Oleh karena itu,etil p-metoksisinamat dari kencur tidak boleh menggunakan suhu lebih dari titik lelehnya yaitu 48-50ºC (Suja,2003).
Ekstraksi soxhlet adalah metode pemisahan yang melibatkan pemindahan substansi dari fasa material kedalamfasa laiinya dan kedua fasa tidak saling melarutkan. Biasanya metode ini dipakai sebagai pemisahan bahan alam yang terdapat dalam tumbuhan dengan menggunakan pelarut yang dapat melarutkan zat yang ingin dipisahkan (Selamat,2003).
Tanaman kencur banyak sekali ditemui di Indonesia biasanya digunakan sebagai tanaman yang dipelihara, ramuan bat tradisional dan bumbu masakan sehingga para petani membudidayakan tanaan kencur tersebut sebagai sumber dagang dalam jumlah yang besar. Bagian kencur yang di perdagangkan biasanya buah akar yang hidup di dalam tanah atau biasa disevut rimpang kencur atau rizoma (Fessenden,1982).
Kelarutan pada zat padat dan cair dengan suatu pelarut akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu bila proses pelarutannya adalah endoterm , sedangkan pelarutnya bersifat eksoterm pemanasan justru akan menurunkan harga kelarutan zat. Oleh karena itu,etil p-metoksisinamat dari kencur tidak boleh menggunakan suhu lebih dari titik lelehnya yaitu 48-50ºC (Suja,2003).
Ekstraksi soxhlet adalah metode pemisahan yang melibatkan pemindahan substansi dari fasa material kedalamfasa laiinya dan kedua fasa tidak saling melarutkan. Biasanya metode ini dipakai sebagai pemisahan bahan alam yang terdapat dalam tumbuhan dengan menggunakan pelarut yang dapat melarutkan zat yang ingin dipisahkan (Selamat,2003).
Tanaman kencur banyak sekali ditemui di Indonesia biasanya digunakan sebagai tanaman yang dipelihara, ramuan bat tradisional dan bumbu masakan sehingga para petani membudidayakan tanaan kencur tersebut sebagai sumber dagang dalam jumlah yang besar. Bagian kencur yang di perdagangkan biasanya buah akar yang hidup di dalam tanah atau biasa disevut rimpang kencur atau rizoma (Fessenden,1982).
V.
Alat dan Bahan
5.1 Alat
·
Erlenmeyer 250ml
·
Kertas saring
·
KLT
·
Penangas air
·
Corong Buchner
·
Labu bulat
·
Corong biasa
·
Evavorator
·
Alat ukur TI
5.2 Bahan
·
Kencur yang telah ditumbuk
·
Kloroform
·
Etanol
·
NaOH
·
Methanol
·
Asam sulfat klorida
V.
Prosedur
Kerja
Adapun prosedur kerja pada percobaan ini
adalah sebagai berikut:
6.1 Isolasi Etil p-Metoksi Sinamat
1. Dimasukkan serbuk
kencur ke dalam Erlenmeyer 250 ml
2. Direndam dengan 100 ml
kloroform
3. Dihangatkan pada
penangas air sambil digoyang-goyang
4. Dibiarkan selama
setengah jam pada temperature kamar kemudian saring
5. Dipisahkan residu
kencur dan ulangi perkolasi sekali lagi menggunakan pelarut dengan jumlah yang
sama
6. Diperoleh filtrate
kemudian digabung dan dipekatkan di bawah tekanan rendah (evavorator) sampai
volume larutan kira-kira setengahnya
7. Didinginkan larutan
pekat dalam air es, padatan yang terbentuk disaring dengan corong Buchner,
filtrate dipekatkan sekali lagi dan padatan yang kedua setelah disaring
digabung kemudian ditimbang
8. Dihitung rendemennya,
Rekristalisasi dilakukan dalam klorofrom
9. Diukur titik lelehnya
dan bandingkan dengan literatur (45-50OC)
6.2 Pemeriksaan Kromatografi Lapis Tipis
(KLT)
1. Dilarutkan sampel
kristal hasil isolasi dalam petroleum eter menggunakan kapiler ditotolkan pada
plat KLT ukuran 2x5 cm.
2. Digunakan etil
p-metoksi sinamatdan asam p-metoksi sinamat standar sebagai pembanding pada
jarak 0,5 cm dari bawah
3. Dimasukkan dalam
chamber yang telah dijenuhkan dengan eluen kloroform , pengamatan bercak
dilakukan dengan melihatnya dibawah lampu UV atau dimasukkan kedalam chamber
iodium
4. Dihitung rf-nya dan
dibandingkan dengan standar
6.3 Pemeriksaan Spektroskopi Ultra Violet
1. Dilarutkan Kristal
hasil isolasi dalam methanol
2. Dibuat spectrum ultra
violetnya pada daerah panjang gelombang 200-300 nm
6.4 Pemeriksaan Spektroskopi Infra Merah
1. Dibuat pellet Kristal
hasil isolasi dengan KBr kering
2. Dibuat spectrum infra
merahnya
LINK
VIDIO
Adapun video yang
terkait dalam terkait dalam praktikum ini ialah:
Permasalahan:
1. Mengapa
perkolasi dilakukan 2x dan bagaimana jika hanya dilakukan sekali saja?
2. Mengapa
kita perlu menggoyang –goyang latuan pada saat pemanasan berlangsung?
3. Mengapa
pada saat pemanasan tidak boleh melebihi suhu 48-50 derajat celcius?

1. Perkolasi dilakukan setelah maserasi selama lebih kurang 24 jam, perkolasi dilakukan dua kali agar pelarut dapat mengekstrak sampel sampai ke lapisan sel-sel sehingga ekstrak rimpang Kaemferiam galanga L dapat di peroleh secara maksimal
BalasHapusHr. Yuniarccih
BalasHapus3. Karena titik didih dari p-metoksi sinamat adalahn antara 48-50 derajat celcius
Sehingga pemanasan tidak bilrh lebih dari suhu tersebut, apabila lebih maka dapat membuat p metoksi sinamat menguap