JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
DISUSUN
OLEH:
MURNI MARIA SIMANJUNTAK
(RSA1C117009)
DOSEN
PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN DAN MATEMATIKA
DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNUVERSITAS JAMBI
2019
PERCOBAAN 1
I.
Judul : PEMBUATAN
ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)
II.
Hari/Tanggal : Rabu,
11 September 2019
III.
Tujuan : Adapun
tujuan praktikum sebagai berikut
1. Dapat
mengetahui cara pembuatan asam asetil salisilatdari bahan baku asam salisilat
dan asam asetat anhidrat.
2. Dapat
mengetahui dan memahami jenis reaksi pembuatan asam asetil salisilat.
IV.
Landasan
Teori
Penguunaan
aspirin dalam praktikum ini adalah sejenis obat yang berbentuk kapsul dan
ternyata merupakan turunan dari salisilat yang dibuat dengan reaksi asetylasi. Sesuai
dengan nama reaksinya yaitu reaksi asetylasi yaitu memasukkan gugus acetyl
kedalam suatu substrat. Gugus acetyl adalah R-COO. Asam asetil salisilat dapat
dibuat dengan cara asetilasi senyawa fenol menggunakan anhidrat asetat dengan
bantuan sedikit katalis yaitu asam sulfat pekat (Ammaaz, 2016).
Perlu
kita ketahui bahwa dalam obat Aspirin ternyata memiliki kandungan asam
asetilsalisilat khasiat dari obat ini juga banyak terutama pada sakit gigi,
pilek, influenza, nyeri, sakit kepala/pusing. Dan juga langsung sangat berpengaruh langsung terhadap susunan
saraf pusat.dengan banyak nya mamfaat dari aspirin yang meiliki kandungan asam
asetilsalisilat ternyata memiliki bahaya apabila digunakan secara
berulang-ulang mampu menyebabkan pendarahan gastrointestinal, indikasi tukak
lambung, tukak peptik, yang kadang-kadang disertai anemia sekunder akibat
pendarahan aliran saluran cerna, apabila dilakukan pengkomsuian dalam dosisi
yang tinggi akan berakibat fatal berupa kematian (Tjay, 2002).
Ester
merupakan turunan asam karboksilat yang gugus – OH dari karboksilnya
diganti dengan gugus – OR dari alkohol. Ester dapat dibuat dari
asam dengan alkohol, atau dari anhidrida asam denga alcohol.Suatu ester asam
karboksilat merupakan suatu senyawa yang mengandung gugus -CO2R dengan R dapat
berbentuk alkil maupun aril.Alkohol dengan asam karboksilat dan turunan asam
karboksilat membentuk ester asam karboksilat.Reaksi ini disebut reaksi
esterifikasi (Fessenden & Fessenden, 1986).
Rekristalisasi merupakan cara
yang paling efektif untuk memurnikan zat – zat organik dalam bentuk padat. Oleh
karena itu teknik ini secara rutin digunakan untuk pemurnian senyawa hasil
sintesis atau hasil isolasi dari bahan alami, sebelum dianalisis lebih lanjut,
misalnya dengan instrumebn spektoskopi seperti UV, IR, NMR, dan MS. Sebagai metoda pemurnian
padatan, rekristalisasi memiliki sejarah yang panjang seperti distilasi.
Walaupun beberapa metoda yang lebih rumit telah dikenalkan, rekristalisasi
adalah metoda yang paling penting untuk pemurnian sebab kemudahannya ( tidak
perlu alat khusus ) dan karena keefektifannya. Kedepannya rekristalisasi akan
tetap metoda standar untuk memurnikan padatan. Metoda ini sederhana, material
padatan ini terlarut dalam pelarut yang cocok pada suhu tinggi ( pada atau
dekat titik didih pelarutnya ) untuk mendapatkan jumlah larutan jenuh atau
dekat jenuh. Ketika larutan panas perlahan didinginkan, Kristal akan mengendap
karena kelarutan padatan biasanya menurun bila suhu diturunkan. Diharapkan
bahwa pengotor tidak akan mengkristal karena konsentrasinya dalam larutan tidak
terlalu tinggi untuk mencapai jenuh (Ilham,2011).
V.
Alat
dan Bahan
Adapun
alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini ialah:
5.1
Alat
1.
Erlenmeyer 100 ml
2.
Batang pengaduk
3.
Pipet tetes
4.
Gelas kimia 500 ml
5.
Corong buchner
6.
Plat TLC
5.2
Bahan
1.
Asam Salisilat Kering 2,5 gr
2.
Anhidrida asetat 4 ml
3.
Asam sulfat pekat 2 tetes
4.
Etanol-Air 50%
5.
FeCl3 5 gr/100
VI.
Prosedur
Kerja
1.
Dalam labu Erlenmeyer 100 ml, masukkan
2,5 gr asam salisilatkering, 4 ml anhidra asam asetat dan 2 tetes asam sulfat
pekat
2.
Kocok campuran sambil dipanaskan di
penangas air pada suhu 50-600C selama kurang lebih 15 menit
3.
Tambahkan 50 ml air ke dalamnya secara
hati-hati dan dinginkan campuran dalam ice bat. Saring Kristal yang terbentuk
dengan pempa isap dan cuci dengan air es/air dingin
4.
Rekristalisasi : masukkan produk
aspirin yang terbentuk dalam Erlenmeyer,
tambah kan lebih kurang 5ml etanol-air
50% dan panaskan Erlenmeyer diatas hot plate sampai samaa Kristal melarut
5.
Jika semua Kristal melarut, tambahkan
sedikit etanol-air 50% dan tambahkan terus setetes demi setetes samapai semua
Kristal tepat larut
6.
Jika tetap masih residu saring larrutan
dalam keadan panas menggunakan kertas lipat.
7.
Dinginkan filtrate, bila mulai terbentuk
Kristal masukkan erlenmeer kedalam bath selama 15 menit
8.
Saring Kristal menggunakan dengan air
dingin dan biarkan Kristal mongering
9.
Timbang produk yang telah kering,
hitunglah persen hasilnya dan perlihatkan kedalam dosen pembimbing.
Tentukan Kemurniannya dengan TLC
1.
Larutkan sedikit produk aspirin yang dihasilkan pada langkah 8
dengan menggunakan etanol-air 50%
2.
Pada plat TLC yang telah disiapkan, totolkan produk aspirin yang
telah dilarutkan tersebut pada garis batas (sebelah kanan) dan totolkan standar
asam salisilat yang telah disediakan (sebelah kiri)
3.
Tuangkan 5 ml eluen (alcohol 95%) kedalam beker gelas 100ml,
letakkan plat TLC tersebut (dalam posisi berdiri) kedalamnya dan tutup dengan
aluminuim foil
4.
Hentikan proses elusi bila jarak eluen mencapai batas garis atas
ujung plat TLC
5.
Keringkan plat TLC tersebut dan serahkan ke dosen pembimbing dan
identifikasi dengan menggunakan larutan FeCl3
6.
Gambar dengan menggunakan pensil untukspot/noda yang didapat dan
tentukan harga Rf-nya
LINK VIDIO
Adapun
video yang berkaitan dengan pembuatan asam asetilsalisilat (Aspirin) adalah
sebagai berikut:
Pertanyaan Pra Praktikum
1.
Mengapa perlu dilakukan proses
rekristalisasi dalam pembuatan asam asetisalisilat in?
2.
Mengapa pada praktikum ini kita
memerlukan FeCl3?
3.
Bgaimana mekanisme reaksi pembuatan Asam
Asetilsalisilat?

1. Pada proses ini perlu dilakukan rekristalisasi yaitu untuk memurnikan kristal aspirin atau asam asetil salisilat yang terbentuk, dan membuang zat pengotor yang melekat pada kristal yang terbentuk
BalasHapusNo.2 kita memerlukan FeCl3 untuk membuktikan apakah kristal masih mengandung asam salisilat, serta untuk mengidentifikasi asam salisilat.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan No.3 yaitu mekanisme reaksi pada pembuatan asam asetil salisilat ini dimulai dari asam salisilat direaksikan dengan anhidrida asetat kemudian dikatalis dengan H2SO4 pekat agar reaksi lebih cepat terjadi sehingga menghasilkan asetil salisilat
BalasHapus